Start here

June 2017
M T W T F S S
« Apr    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

BAHAN TABLE TOP KITCHEN SET

Kehadiran table top membuat tampilan kitchen set murah di dapur anda akan semakin lengkap. Bahan ini ditempatkan di atas lemari bawah dan berfungsi sebagai alas kerja saat berkegiatan di dapur. Karenanya pemilihan bahan yang berkualitas sangat penting dilakukan mengingat rentannya permukaan table top terhadap goresan pisau, panasnya panci ataupun tumpahan bahan makanan. Bahan yang dapat digunakan sebagai table top adalah tacon, keramik, marmer, granit, stainless steel dan solid surface.

KERAMIK

Bahan ini dulu cukup familier digunakan, namun saat ini sudah mulai ditinggalkan. Nat di antara keramik sering susah untuk dibersihkan dan menyimpan sisa-sisa makanan yang jatuh ke dalamnya. Hasilnya kitchen set di dapur pun menjadi kurang bersih dan higienis.

Table Top Keramik

Table Top Keramik

MARMER

Berasal dari batu alam yang kaya akan corak dan warna yang indah. Sifat bahannya yang memiliki pori membuatnya sulit untuk dibersihkan karena serpihan makanan yang berukuran kecil dapat masuk ke dalamnya. Bahan ini jika terkena air dan lembab mudah sekali berjamur sehingga kebersihan kitchen set di dapur menjadi terganggu. Namun bahan ini tahan panas dan harga yang relatifterjangkau dibandingkan bahan granit dan solid surface.

Table Top Marmer

Table Top Marmer

GRANIT

Batu alam yang satu ini memiliki sifat keras dan berpori cukup padat. Kekuatannya tidak tertandingi bahan lain, namun bobotnya bisa sangat berat sehingga jika menginginkan bahan ini digunakan, struktur penopangnya harus benar-benar kuat. Perawatannya cenderung lebih mudah dibandingkan marmer, namun karena memiliki pori, material ini masih dapat menyerap air dan serpihan makanan ke dalamnya. Untuk mencegah hal itu sebaiknya diberi lapisan coating. Kelebihannya bahan ini tahan panas dan memiliki variasi warna yang cukup banyak. Salah satu kekurangannya adalah bentuk yang kaku dan sulit untuk dibengkokkan sehingga memiliki sambungan yang terlihat jelas di beberapa bagian.

granit

Table Top Granit

STAINLES STEEL

Bagi yang ingin memiliki kitchen set dapur berkonsep industri, bahan ini bisa dijadikan pilihan. Bahan logam ini memiliki warna silver yang memberi kesan modern dan futuristik. Kelebihan bahan ini adalah mudah dibersihkan dari noda dan kotoran serta proses pemasangannya yang tidak sulit. Sayangnya bahan ini mudah bengkok dan tergores.

Table Top Stainless Steel

Table Top Stainless SteelSOLID SURFACE

Material mirip plastik ini memiliki tampulan mirip granit dengan aneka motif dan warna yang menawan, oleh karenanya sering juga disebut sebagai granit imitasi. Keunggulan bahan ini terletak pada sifat bahannya yang padat dan tidak memiliki pori sehingga aman dan higienis karena tidak adanya bahan makanan dan air yang dapat masuk ke dalamnya. Di pasaran dijual dalam bentuk lembaran setebal 9mm-12mm. Bahan ini cukup tahan terhadap goresan dan mudah dibentuk sesuai keinginan. Yang paling menarik dari bahan ini adalah prosuk ini dapat digabungkan dengan bahan sejenis tanpa terlihat memiliki sambungan, sehingga tampilan table top dapat terlihat bersih dan mulus.

Table Top Solid Surface

Table Top Solid SurfaceItulah beberapa informasi mengenai bagaimana menentukan bahan dasar serta bahan pendukung sebelum merancang sebuah kitchen set, agar dapat memberikan wawasan bagi anda yang menginginkan sebuah dapur dengan kitchen set murah namun tetap menawan dan sesuai harapan. Informasi lebih lanjut dan berbagai pertanyaan seputar kitchen set ataupun furnitur lainnya dapat menghubungi kami  Labirin interior akan selalu sipa membantu anda mewujudkan harapan dalam menyemarakkan ruang dalam hunian anda.

JENIS BAHAN FINISHING FURNITURE

Untuk menunjang hasil akhir sebuah kitchen set murah, bahan material yang digunakan dilapisi bahan finishing agar tampilannya lebih indah. Bahan ini pula yang melindungi material biasa agar tahan lama dan terhindar dari zat yang dapat merusak. Sebaiknya bahan yang digunakan benar-benar berkualitas. Beragam bahan banyak ditawarkan di pasaran mulai dari cat duco, melamik, polyurethane (PU), polyesther, vinir, tacon, akrilik, high gloss panel hingga HPL (High Pressure Laminate).

HPL

High Pressure Laminate memiliki keunggulan pada kekuatan dan tingkat elastisitasnya. Ini diakibatkan oleh serat dari campuran akrilik dan kayu yang dimilikinya. Sifatnya yang kuat dan elastis membuat bahan ini mudah untuk ditekuk sehingga sangat baik untuk melapisi tepian lemari.

HPL (High Pressure Laminate)

HPL (High Pressure Laminate) Akrilik

Memiliki tampilan yang mengkilap dan berwarna cerah. Sangat cocok digunakan pada dapur yang mengejar tampilan modern. Kekurangan bahan ini sukar untuk ditekuk sehingga pada bagian sudut dan tepi lemari harus dilakukan penyambungan.

Akrilik

Akrilik

 

PVC (Polyvinyl Carbonate)
Merupakan lapisan berbentuk lembaran dan terbuat dari plastik. Permukaannya lebih halus dibanding bahan dari plastik lain, seperti tacon dan decosif. Berbentuk lembaran ukuran 120 cm x 240 cm dan tebal 3 mm. Pilihan warna terbatas, hanya ada coklat dan warna turunannya. Harganya relatif murah.

 

Tacon

merupakan bahan sintetis yang permukannya sedikit bertekstur. Pilihan variasi warna yang ada di pasaran cukup banyak. Bahan ini mudah dibersihkan apabila terkena noda dan minyak, namun memiliki kelemahan warna yang berubah menjadi kekuningan dan motif yang pudar jika digunakan dalam waktu lama.

Tacon sheet

Tacon sheet

Vinir

Merupakan irisan kayu tipis dengan ketebalan 0,2mm – 0,6 mm yang berserat indah. Umumnya yang banyak digunakan adalah kayu sungkai dan kayu jati. kelebihan finishing memiliki tampilan serat kayu yang alami menyerupai kayu solid. Sayangnya bahan ini mudah tergores, terkelupas, dan tidak tahan panas.

Veneer

Lapisan Veneer

High Gloss Panel

Bahan ini memiliki tampilan permukaan yang licin dan mengkilap seperti kaca. Di bagian luarnya diberi lapisan duco, materialnya terlihat mewah dan tahan terhadap goresan. Kelebihan bahan finishing ini dapat ditekuk sehingga tidak terlihat sambungan pada sudut dan tepi lemari.

High Gloss Panel

Jenis Kayu Furniture

Mengenal Jenis-jenis kayu untuk furniture.

Dulu furniture dibuat dengan menggunakan kayu utuh tanpa sambungan agar lebih kokoh karena ketabalannya. Karena persediaan kayu yang terbatas kemudian orang membuat furniture dengan menggunakan kayu yang disambung-sambung. Sekarang kayu semakin langka sehingga limbah kayu pun dimanfaatkan dan diolah menjadi kayu lapis, MDF, HDF, particle board baru kemudian dibuat menjadi furniture.

Sampai saat ini furniture kayu merupakan jenis yang paling banyak digunakan dalam rumah tangga. Dari kursi, meja, tempat tidur, tempat penyimpanan bahkan cabinet di dapur pun menggunakan furniture berbahan kayu. Untuk mendapatkan kualitas dan harga yang anda inginkan, ada baiknya anda mengenal jenis material kayu beserta kelebihan dan kekuranggannya sebelum memutuskan untuk membuat atau membeli furniture.

Kayu Solid

furniture-kayu-solidKayu solid merupakan bahan terkuat dan paling tahan lama dibandingkan kayu olahan. Namun persediaannya terbatas sehingga harganya pun sangat mahal. Proses pengerjaannya pun membutuhkan keterampilan yang khusus. Pengeringan harus sempurna untuk mengindari sifat muai susut kayu. Kayu yang biasa dipakai di Indonesia untuk furniture adalah kayu jati, kayu  nyatoh, dan kayu sungkai dan beberapa jenis kayu lainnya seperti mahoni, pinus, ramin dan cedar.

Kayu jati merupakan kayu yang paling banyak diminati karena kualitasnya, kayu-jati-copyketahanannya terhadap kondisi cuaca, tahan rayap, dan seratnya yang menarik. Kayu ini merupakan kayu kelas satu yang banyak diolah menjadi furniture berkelas. Jenis furniture ini pun sangat diminati oleh penduduk mancanegara sehingga permintaan eksport selalu meningkat dari tahun ke tahun.

Warna kakayu-sungkai-copyyu jadi adalah coklat muda, coklat kelabu hingga coklat tua kemerahan. Sekalipun keras dan kuat kayu ini mudah dipotong dan dibentuk. Agar keindahan serat dan urat kayu terlihat alami, finishing nya bisa menggunakan politur, melamik atau PU (polyurethane).

Kayu sungkai kini semakin popular penggunaannya sebagai pengganti  kayu jati yang mahal. Seratnya lebih lunak dan warnanya pun lebih terang dari kayu jati. Kayu sungkai cocok untuk furniture dalam ruangan. Walaupun harganya lebih murah dari kayu jati tapi masih lebih mahal dari pada kayu nyatoh.

Kayu nyatoh biasa disebut kayu jati muda yang banyak terdapat di propinsi Riau. Serat kayunya berwarna coklat muda dengan guratan yang khas. Kayu ini juga tahan terhadap serangan rayap dan tahan lama.

Kayu lapis ( plywood )

plywood-copyKayu lapis merupakan kayu olahan yang biasa kita kenal dengan sebutan tripleks atau mutipleks. Kayu lapis dibentuk dari beberapa lembaran kayu yang direkatkan dengan tekanan tinggi. Ketabalanya bervariasi dari mulai 3 mm, 4 mm, 9 mm dan 18 mm dan luasannya 244 x 122 cm. Ketebalan plywood menentukan kekuatan dan kestabilannya.

Jenis kayu ini paling banyak dipakai sebagai material pembuat kitchen set, lemari, meja, dan tempat tidur. Oleh karena plywood mempunyai permukaan polos dan tidak memiliki serat yang khas maka kadang perlu diberi pelapis tambahan seperti venner(irisan kayu tipis) PVC ataupun melaminto. Harga kayu lapis lebih murah dari kayu solid tapi lebih mahal dari kayu olahan lainnya.

Blockboard

blockboard-copyBlockboard merupakan potongan kayu kotak kecil-kecil ( sekitar 2.5 – 5 cm ) yang dipadatkan dengan mesin dan diberi pelapis venner di kedua sisinya sehingga menjadi sebuah lembaran menyerupai papan. Ketebalannya bisa 12 mm, 15 mm dan 18 mm dan luasannya sama dengan multipleks.

Blockboard biasanya dibuat dari kayu lunak sehingga tidak sekuat plywood. Harganya pun sedikit dibawah plywood. Jenis block board yang banyak tersedia adalah teakblok (memakai lapisan venner kayu jati). Cukup baik untuk membuat rak, cabinet ataupun kitchen set.

Kayu MDF ( Medium Density Fibreboard )

mdf-copyMDF terbuat dari serbuk kayu halus dan bahan kimia resin yang direkatkan dan dipadatkan dengan suhu dan tekanan yang tinggi. Kayu yang dipakai biasanya diambil dari kayu sisa perkebunan ataupun bamboo. Ini membuat MDF lebih ramah lingkungan. Bentuknya berupa papan atau lembaran yan siap dipotong sesuai dengan kebutuhan. Versi yang lebih padat dan lebih kuat dikenal dengan HDF (High Density Fibreboard).

MDF sangat fleksibel sehingga mudah dibentuk. Ukuran dan kekuatannyapun  konsisten.  Namun karena memakai bahan kimia resin, MDF lebih berat dari Plywood dan particle board. Di pasaran MDF memiliki jenis finishing yang sangat berfariasi dari cat kayu, venner, PVC, HPL ataupun paper laminate. Warna dan motifnya pun dapat dibuat sangat beragam

Furniture yang memakai bahan MDF biasa dipakai untuk furniture praktis yang diproduksi masal oleh pabrik. Sistem knock down digunakan hampir di semua industry furniture dengan menggunakan dowel (batang kayu atau plastic kecil) atau connecting bolt yang membuat produk dapat dibongkar pasang dengan mudah.

Particel Board

Particle board terbuat dari partikel sisa pekerjaan kayu seperti serbuk gergaji, potongan kayu kecil, serpihan kayu dan bahan kimia resin yang direkatkan dengan tekanan tinggi dan kemudian dikeringkan.  Prosesnya kurang lebih hampir sama dengan MDF hanya bahan MDF lebih halus dan seragamparticle-board-copy sedangkan partikel board lebih kasar dan tidak beraturan.

Harga particle board paling murah diantara kayu olahan lainnya. Musuh terbesarnya adalah air sehingga mempunyai keterbatasan dalam pemakaiannya di rumah tangga. Jika bahan ini basah maka kekuatannya akan hilang. Selain itu particle board juga dapat melengkung jika menahan beban berat.

Dalam proses finishingnya particle tidak bisa di cat atau di coating karena teksturnya yang kasar. Sehingga untuk menutupi permukaannya dipakai lapisan veneer, laminate atau fancy paper laminate yang direkatkan. Berhati hati juga karena partikel board tidak bisa digabungkan memakai paku atau sekrup biasa. Biasanya pabrik menggunakan semacan perekat atau sekrup khusus untuk menginstal furniture berbahan particle board.

Hosting Control Panel

Mengelola situs Anda sekarang lebih mudah dari sebelumnya!

Siapa pun yang pernah membeli rencana hosting sederhana mungkin telah menggunakan control panel untuk mengelola website mereka atau server Linux.
Sebuah panel kontrol hosting menyediakan mudah digunakan, antarmuka pengguna dikelola sehingga Anda dapat dengan mudah mengatur semua aspek hosting.
Beberapa fitur umum untuk semua panel kontrol meliputi, manajemen FTP, manajemen database, email manajemen dll Sistem admin diproses kompleks di alam dan karenanya panel kontrol memungkinkan Anda untuk melakukan sebagian besar hanya dalam beberapa klik dari antarmuka pengguna grafis.
Tugas canggih seperti migrasi server atau beralih server web, mendukung sistem tiket dukungan, dan memberikan pemantauan dan layanan peringatan juga dibuat mudah menggunakan panel kontrol. Pada hari-hari awal semua proses dilakukan secara manual yang dikeluarkan sejumlah besar waktu di mana karena hanya hitungan beberapa menit sekarang.

cPanel – Terbaik di kelasnya

Yang paling populer dan banyak digunakan Control Panel adalah “cPanel”. Dengan antarmuka yang sangat mudah digunakan, cPanel menyediakan manajemen Multi-Server melalui web browser standar.
cPanel mudah digunakan memungkinkan Anda untuk mengelola beberapa pengguna email. Mengambil alih domain, database, file, keamanan dan email adalah sepotong kue untuk pengguna, dan tuan rumah dapat dengan mudah menambahkan aplikasi yang memungkinkan berbagai besar perangkat lunak pihak ketiga yang akan diinstal dengan satu sentuhan.
cPanel WHM (Web Host Manager) termasuk tetapi berjalan secara terpisah; menyediakan akses lengkap administrasi back end dengan konfigurasi server dan monitoring, backup, transfer dan jaringan semua mudah dikelola.
Catatan: cPanel hanya didukung pada sistem operasi seperti RedHat, CloudLinux dan CentOS.

Plesk – Seorang manajer kontrol serbaguna

panel kontrol lain yang paling populer hosting dan alternatif yang baik untuk cPanel adalah Plesk. Seperti cPanel, control panel Plesk yang menggunakan GUI berbasis web SSL-enabled, digabungkan dengan frame. Namun Plesk dapat digunakan untuk Windows maupun Server Linux. Plesk memiliki antarmuka intuitif seperti Windows XP yang membuatnya terlihat lebih elegan.

Anda dapat menggunakan Plesk pada VPS, bersama serta dedicated server. Banyak tugas di Plesk dapat otomatis yang menghasilkan ROI yang lebih baik dengan mengurangi biaya dan sumber daya jauh.

DirectAdmin – Terjangkau dan efektif

Program kecil ini adalah web hosting control panel berbasis web grafis dan, yang dirancang khusus untuk membuat administrasi website lebih mudah. DirectAdmin juga kompatibel dengan beberapa versi Red Hat, Fedora Core, Red Hat Enterprise Linux, CentOS, FreeBSD, Ubuntu dan Debian. Dengan CentOS Linux didistribusikan secara default.
Hal ini lebih murah dan lebih ringan daripada baik cPanel atau Plesk, mengurangi beban server.

Webmin – Paling populer di kalangan komunitas open source gratis

Pilihan lama dari administrator sistem yang menginginkan panel kontrol bebas, fitur lengkap open-source, Webmin adalah alat yang ampuh untuk menangani DNS, konfigurasi, webmail, file sharing dan sejenisnya. Hal ini juga dapat menjadi web hosting control panel tradisional dengan penambahan modul Usermin dan Virtualmin (dan juga dapat mengatur sistem virtual dengan modul Cloudmin). Setelah sistem selesai berjalan, itu saingan cPanel untuk fungsionalitas, dan itu akan berjalan pada hampir semua distro Linux.

Ajenti – Untuk semua kebutuhan server Anda

Ajenti relatif jauh produk baru di pasar tetapi telah memperoleh banyak pengakuan dan penerimaan pengguna dalam beberapa tahun terakhir. Muncul bersama dengan berbagai plugin untuk Apache, Cron, dhcpd, nfsd, Iptables, MySQL, Netatalk, nginx, PostgreSQL, Samba, dan banyak lagi. Anda juga dapat melihat informasi server dasar seperti RAM digunakan, ruang disk, dll Ajenti mengurus cron, nameserver, manajemen file.
Ajenti memiliki antarmuka yang sederhana dan efisien mana setiap orang dapat menguasai dengan cepat, dan itu pekerjaan yang bagus. Apa itu tidak lakukan adalah menawarkan banyak fungsi manajemen dalam cPanel atau Webmin, tapi itu layak melihat jika Anda hanya mencari panel kontrol yang akan menangani dasar-dasar manajemen server tanpa kurva belajar atau harga yang curam.

Install Apache Tomcat di Netbeans IDE

 

Dalam menggunakan IDE untuk pemograman Java seperti Eclipse atau Netbeans, khususnya pada pemograman Java Web, ada kalanya IDE yang kita pakai tidak disertakan secara otomatis Application Server untuk pengembangan Java Web. Mau gak mau kita mesti install sendiri secara terpisah Application Servernya, kemudian baru diintegrasikan dengan IDE supaya pegembangan aplikasi nantinya lebih gampang, terutama dalam hal testing aplikasi, kita bisa tinggal run dari IDE, tidak usa deploy manual lagi ke webapps Servernya. Salah satu application server yang sering digunakan dalam Java Web adalah Apache Tomcat.

Maka untuk membatasi pembahasan masalah di posting ini, Application Server yang kita maksud adalah Apache Tomcat (untuk server lainnya di lain kesempatan ya hehehe) dan IDE yang akan kita gunakan dalam sharing ini adalah Netbeans IDE. Kondisi masalahnya adalah IDE yang telah kita download atau akan kita gunakan tidak terbundle secara otomatis Tomcat. Okey.., no problem, kita akan install manual kemudian integrasikan.

Silakan download Apache Tomcat terlebih dahulu disini. pada saat tulisan ini dibuat, Apache Tomcat telah mencapai Versi 6.0.20. Download yang Apache Tomcat Core yang versi zip. Silakan didownload sesuai kebutuhan untuk bisa menintegrasikan dengan Versi Netbeans IDE Anda (untuk Netbeans saya asumsi telah terinstall di komputer dan siap dipakai).

Ekstrak hasil download nya di lokasi yang Anda inginkan, misal di C:\. berikutnya hal yang akan kita lakukan adalah setting path nya:

  • Masuk ke System Properties Windows (bisa dengan klik-kanan icon My Computer di Desktop, kemudian pilih properties, trus tab Advanced) kemudian klik tombol Environment VAriables sehingga muncul jendela baru, atau seperti yang telihat pada gambar dibawah.

 

Berikutnya pada frame System Variables, klik tombol New, selanjutnya pada kolom Variable Name isilah dengan “CATALINA_HOME” dan pada kolom Variable Value isi dengan lokasi dimana program java diinstal dalam hal ini pada “C:\apache-tomcat-6.0.20”, seteleh itu klik OK.

 

Setelah itu cari variable path pada System Variables, kemudian klik tombol Edit. pada kolom Variable Value, tambahkan script berikut di paling akhir :

;%CATALINA_HOME%\Bin

Perhatikan penambahan titik koma (;) sebelum %CATALINA_HOME% harus ada, jika di akhir value Variable Value sebelumnya tidak ada titik koma (;), sehingga kira-kira terlihat seperti gambar dibawah ini :

 

Kemudian klik OK. Setelah berhasil restart komputer Anda bila perlu, test Apache Tomcat dengan cara jalankan program RUN pada Start Menu Windows lalu ketik: catalina run

Jika proses instalasi berhasil maka akan terlihat seperti gambar dibawah ini:

 

Testing juga dapat dilakukan melalui browser dengan mengetik alamat url default dari Apache Tomcat yaitu:

http://localhost:8080/

dimana port 8080 adalah port default dari Apache Tomcat, jika instalasi kita berhasil maka akan tampak tampilan di browser seperti dibawah ini:

 

Integrasi Apache Tomcat ke Netbeans IDE

Okey, kita telah berhasil melakukan instalasi (secara manual) Apache Tomcat ke OS kita (Windows), sekarang kita akan mengintegrasikan dengan Netbeans IDE (saya menggunakan Netbeans v.6.5). buka Netbeans, kemudian ke Tampilan Navigasi Services klik-kanan tier (tree) Servers. Kemudian pilih Server Tomcat (Sesuai versi yang Anda download) pada Choose Server. Tombol Name bisa Anda isi atau tinggalkan saja. klik Next

 

Pada kolom Catalina Home, masukan lokasi (path) hasil ekstrak Apache Tomcat Anda, pada contoh diatas: C:\apache-tomcat-6.0.20. Masukan Username & Password jika Anda menghendaki adanya Manager role pada Tomcat Anda, jangan lupa mencontreng Create user if it does not exits jika Anda ada menginput username & password. Jika Tidak, abaikan saja smuanya setelah isi lokasi Catalina Home, selanjutnya klik Finish.

 

Jika berhasil, sekarang di Navigasi Services, di tier Servers sekarang sudah ada penambahan Apache Tomcat. Netbeans IDE Anda sekarang sudah terintegrasi dengan Apache Tomcat. Anda dapat mencoba menjalankannya dengan klik-kanan tier Apache Tomcat tersebut, kemudian Start.

 

Sekarang setiap membuat proejct Web Application yang baru maka pilihan Apache Tomcat sudah dapat anda pilih sebagai Application Server project Anda. Pertanyaannya, kenapa sih mesti susah2 install tomcat manual ke Netbeans IDE? bukannya sejauh ini Apache Tomcat sudah selalu terbundle pada saat Instalasi Netbeans IDE? Well, jika kedepannya tidak selalu terbundle di instalasi Netbeans gimana?hehehe lagipula dengan mengetahui cara install manual , Anda kan bisa update/gunakan Tomcat sesuai versi yang anda mau, jadi tidak terpaku pada versi Apache Tomcat yang disediakan pada saat diinstalasi Netbeans saja. ^^

Dari tutorial diatas sebenarnya saya mensharingkan 2 cara yang dapat dipakai secara terpisah, dimana apabila untuk kebutuhan deploy project ke Server terpisah, Anda bisa menginstall terlebih dahulu Apache Tomcat pada Server tersebut (seperti diatas) sebelum mengopy file *.war project Java web Anda ke folder webapps yang ada di folder Apache Tomcat.  Kemudian jalankan Tomcat dengan command: catalina run. Integrasi dengan Netbeans IDE adalah salah satu cara untuk mempermudah kita dalam membangun aplikasi dan proses testing.

Create New Project On Java

Create New Project Java

 

 

Pilih Java —> Java Application

Isi Project Name dan Browse lokasi menyimapan file project

Uncheck Create main Class

 

 

Mengkompile .java menjadi .class dengan CMD

——————————————————————-

Masuk ke directory dimana file project disimpan

Dasar Pemrograman Java

Pemrograman dengan Java

Java sebagai salah satu bahasa pemrograman baru menjanjikan banyak kemudahan bagi programer junior maupun senior. Tutorial ini akan membawa Anda mengenal lebih jauh bahasa ini melalui pembahasan konsep model perancangan dan petunjuk sederhana penggunaannya.

Apakah Java?

Java adalah bahasa pemrograman berorientasi objek yang dikembangkan oleh Sun Microsystems sejak tahun 1991. Bahasa ini dikembangkan dengan model yang mirip dengan bahasa C++ dan Smalltalk, namun dirancang agar lebih mudah dipakai dan ­platform independent, yaitu dapat dijalankan di berbagai jenis sistem operasi dan arsitektur komputer­­. Bahasa ini juga dirancang untuk pemrograman di Internet sehingga dirancang agar aman dan portabel.

Platform Independent

Platform independent berarti program yang ditulis dalam bahasa Java dapat dengan mudah dipindahkan antar berbagai jenis sistem operasi dan berbagai jenis arsitektur komputer. Aspek ini sangat penting untuk dapat mencapai tujuan Java sebagai bahasa pemrograman Internet di mana sebuah program akan dijalankan oleh berbagai jenis komputer dengan berbagai jenis sistem operasi. Sifat ini berlaku untuk level source code dan binary code dari program Java. Berbeda dengan bahasa C dan C++, semua tipe data dalam bahasa Java mempunyai ukuran yang konsisten di semua jenis platform. Source code program Java sendiri tidak perlu dirubah sama sekali jika Anda ingin mengkompile ulang di platform lain. Hasil dari mengkompile source code Java bukanlah kode mesin atau instruksi prosesor yang spesifik terhadap mesin tertentu, melainkan berupa bytecode yang berupa file berekstensi .class. Bytecode tersebut dapat langsung Anda eksekusi di tiap platform yang dengan menggunakan Java Virtual Machine (JVM) sebagai interpreter terhadap bytecode tersebut.

JVM sendiri adalah sebuah aplikasi yang berjalan di atas sebuah sistem operasi dan menerjemahkan bytecode program Java dan mengeksekusinya, sehingga secara konsep bisa dianggap sebagai sebuah interpreter. Proses pengeksekusian program Java dapat dilukiskan seperti di Gambar 1. Dengan cara ini, sebuah program Java yang telah dikompilasi akan dapat berjalan di platform mana saja, asalkan ada JVM di sana.

Kompiler dan interpreter untuk program Java berbentuk Java Development Kit (JDK) yang diproduksi oleh Sun Microsystems. JDK ini dapat didownload gratis dari situs java.sun.com. Interpreter untuk program Java sendiri sering juga disebut Java Runtime atau Java Virtual Machine. Interpreter Java, tanpa kompilernya, disebut Java Runtime Environment (JRE) dapat didownload juga di situs yang sama. Untuk mengembangkan program Java dibutuhkan JDK, sementara jika hanya ingin menjalankan bytecode Java cukup dengan JRE saja. Namun untuk mengeksekusi applet (sebuah bytecode Java juga) Anda biasanya tidak perlu lagi mendownload JRE karena browser yang Java-enabled telah memiliki JVM sendiri.

Library

Selain kompiler dan interpreter, bahasa Java sendiri memiliki library yang cukup besar yang dapat mempermudah Anda dalam membuat sebuah aplikasi dengan cepat. Library ini sudah mencakup untuk grafik, desain user interface, kriptografi, jaringan, suara, database, dan lain-lain.

OO

Java adalah bahasa pemrograman berorientasi objek. Pemrograman berorientasi objek secara gamblang adalah teknik untuk mengorganisir program dan dapat dilakukan dengan hampir semua bahasa pemrograman. Namun Java sendiri telah mengimplementasikan berbagai fasilitas agar seorang programer dapat mengoptimalkan teknik pemrograman berorientasi objek.

Sedikit perbandingan tambahan dengan bahasa C dan C++, Java banyak mewarisi konsep orientasi objek dari C++ namun dengan menghilangkan aspek-aspek kerumitan dalam bahasa C++ tanpa mengurangi kekuatannya. Hal ini mempermudah programer pemula untuk mempelajari Java namun mengurangi keleluasaan programer berpengalaman dalam mengutak-atik sebuah program. Di balik kemudahan yang ditawarkan Java, luasnya fasilitas library Java sendiri membuat seorang programer membutuhkan waktu yang tidak singkat untuk dapat menguasai penggunaan library-library tersebut.

Memulai Pemrograman Java

Untuk membuat program Java, seperti telah disebutkan sebelumnya, Anda membutuhkan JDK. Proses instalasi JDK tersebut sangat mudah dan tidak membutuhkan pengetahuan tertentu. Namun untuk menggunakannya Anda perlu melakukan beberapa penyesuaian dengan sistem operasi Anda. Umumnya yang perlu Anda lakukan adalah memasukkan path ke direktori JDK Anda ke setting path pada sistem operasi Anda. Misalkan direktori JDK Anda adalah C:\jdk1.4 maka pada Windows 98 Anda cukup menambahkan baris perintah SET PATH=C:\jdk1.4\bin pada file autoexec.bat Anda. Untuk Windows NT/2000/XP Anda cukup menambahkan direktori C:\jdk1.4\bin pada variabel path di System Environment. Caranya: klik kanan ikon My Computer, pilih Properties. Kemudian pilih tab Advanced. Lalu klik tombol Environment Variables, cari variabel path, kemudian tambahkan path direktori JDK Anda ke dalam variabel tersebut. Untuk Linux, tambahkan baris perintah SET CLASSPATH=(direktori jdk Anda) ke file profile Anda. Untuk mencoba JDK, ketikkan perintah java dan javac pada shell prompt (atau DOS Command Prompt). Jika perintah tersebut sudah dikenali maka program java atau javac akan menampilkan sintaks penggunaan. Untuk kemudahan dan berbagai fasilitas tambahan Anda dapat menggunakan Integrated Development Environment (IDE) untuk bahasa Java seperti Visual Café dari Symantec atau JBuilder dari Borland.

Urutan langkah-langkah yang harus Anda lakukan untuk membuat sebuah program Java sederhana adalah:

  1. Membuat source code program dengan editor teks apapun. Ingat, file tersebut harus berekstensi .java dan case sensitive.
  2. Mengkompile source code dengan perintah javac. Misalnya: javac HelloWorld.java. Jika berhasil, hasilnya adalah file bytecode berakhiran .class.
  3. Mengeksekusi bytecode dengan perintah java. Parameter dari perintah ini adalah nama file hasil kompilasi tanpa ekstensi .class. Contoh: java HelloWorld.

Source Code

Berikut kode untuk HelloWorld.java:

public class HelloWorld
{
public static void main(String[] args)
{
System.out.println(“Apa Kabar Dunia?”);
}
}

Dan ini sebuah contoh lain, yaitu applet sederhana untuk menampilkan teks di applet. Sebutlah file ini bernama HelloWorldApplet.java:

import java.awt.Graphics;

public class HelloWorldApplet extends java.applet.Applet
{
public void paint(Graphics g)
{
g.drawString(“Apa Kabar Dunia?”, 5, 25);
}
}

Secara gamblang dapat diperhatikan bahwa struktur kedua program sangat mirip, dan hanya berbeda dalam konteks eksekusi. Kedua program ini akan dibahas lebih lanjut setelah kita membahas cara mengkompile dan mengeksekusi program tersebut.

Perlu diingat bahwa bahasa Java bersifat case sensitive, sehingga Anda harus memperhatikan penggunaan huruf besar dan kecil. Selain itu penulisan source code program tidak harus memperhatikan bentuk tertentu, sehingga Anda bisa saja menuliskan semua baris source code tersebut dalam satu baris asal Anda tidak lupa membubuhkan tanda titik koma (;), atau menuliskan tiap kata dalam satu baris tersendiri. Namun dianjurkan Anda mengikuti layout seperti pada contoh agar program Anda mudah dibaca dan dimengerti.

Kompilasi

Setelah kedua file disave dengan nama HelloWorld.java dan HelloWorldApplet.java, kita akan mengkompile kedua program tersebut dengan perintah:

prompt> javac HelloWorld.java
prompt> javac HelloWorldApplet.java

Perlu diperhatikan bahwa direktori aktif Anda saat ini adalah direktori tempat Anda meletakkan file-file program tersebut. Anda tetap dapat mengkompile program Anda dari direktori berbeda dengan perintah:

prompt> javac (direktori program)/namafile.java

Setelah perintah ini selesai, Anda akan melihat bahwa telah tercipta dua buah file .class, yaitu bytecode hasil kompilasi source code kita.

Sintaks Program

Sekarang kita akan mencoba membahas elemen-elemen dalam kedua source code tersebut.

Pada awal Listing 2 kita menemukan perintah import. Pada tahap awal ini Anda perlu mengetahui bahwa pernyataan tersebut hanya berfungsi mempermudah penulisan metode atau dalam bahasa pemrograman lain disebut prosedur atau fungsi. Jadi Anda hanya perlu menulis Graphics sebagai pengganti java.awt.Graphics, karena kita telah mengimpor java.awt.Graphics.

Kemudian di masing-masing listing terdapat pernyataan public class. Pernyataan ini adalah pernyataan pembuka sebuah kelas. Kelas sendiri digunakan untuk menciptakan objek. Ingat bahwa Java berorientasi objek. Kata public di depannya berfungsi agar kelas tersebut dapat diakses oleh semua program lain. Untuk saat ini anggaplah objek sebagai suatu item yang dapat dimanipulasi oleh sebuah program. Dalam Listing 2 terdapat tambahan kata extends. Hal ini berarti kelas yang kita buat akan mewarisi sifat-sifat dari kelas yang kita extends. Dengan kata lain kita menjadikan kelas yang kita extends sebagai himpunan bagian dari kelas kita buat.

Kemudian kita menemukan baris pernyataan public static void main(String[] args) dan public void paint(Graphics g). Keduanya adalah pernyataan pembuka sebuah metode. Metode sendiri adalah kumpulan pernyataan untuk melakukan suatu tugas tertentu dalam kelas. Keduanya sebenarnya mempunyai fungsi yang sama namun dalam konteks yang berbeda. Dalam setiap aplikasi harus ada sebuah metode yang bernama main yang akan dieksekusi pertama kali saat program tersebut dieksekusi. Sementara dalam applet, metode yang pertama kali akan dieksekusi ketika applet diload adalah paint. Kata public di depannya mempunyai fungsi yang sama dengan kata public yang ada di depan baris permulaan kelas. Namun nantinya Anda akan menemukan juga bentuk lain seperti private dan protect yang akan kita bahas nanti.

Pada Listing 1 terdapat kata static pada pernyataan pembuka metode main. Hal ini berarti metode main tidak mengubah atau menggunakan objek yang diciptakan oleh kelas tersebut, sehingga dapat dikatakan berdiri sendiri dan tidak terikat dengan objek. Dalam metode main dalam aplikasi, parameternya adalah selalu String[] args, di mana args hanyalah sebuah nama dari objek array dari String. Array ini nantinya akan berisi parameter-parameter yang diberikan user sebagai argumen command line. Sementara Anda tidak perlu mengerti mengenai parameter tersebut, cukup diingat bahwa bentuk metode main harus selalu demikian.

Kemudian di dalam kedua metode pada kedua listing tersebut, kita menemukan sebuah pernyataan. Anda tentu dapat saja meletakkan lebih dari satu pernyataan dalam sebuah metode. Setiap pernyataan dalam sebuah metode dipisahkan oleh titik koma dan akan dieksekusi satu persatu. Kedua pernyataan pada listing ternyata memanggil sebuah metode lain yaitu metode println dan paint. Tentunya dapat Anda perhatikan bahwa untuk memanggil sebuah metode diperlukan tiga komponen yaitu:

  1. Objek yang ingin kita pakai. Dalam hal ini objek System.out dan Graphics g.
  2. Nama metode yang ingin kita pakai. Dalam hal ini println dan paint.
  3. Sepasang tanda kurung yang berisi informasi tambahan yang diperlukan oleh metode yang dipanggil, yaitu parameter.

Dalam Listing 1, pernyataan System.out.println(“Apa Kabar Dunia?”); berarti carilah objek out dalam kelas System kemudian panggil metode println dari objek out dengan parameter berupa string “Apa Kabar Dunia?”. Sedang dalam Listing 2, pernyataan g.drawString(“Apa Kabar Dunia?”, 5, 25); berarti carilah objek g kemudian panggil metode drawString pada objek g dengan parameter “Apa Kabar Dunia?”, 5, 25);.

Eksekusi

Setelah selesai membahas sintaks dasar Java dalam kedua listing, selanjutnya kita akan mencoba mengeksekusi kedua program ini. Untuk program pertama yang berupa aplikasi biasa, kita tinggal mengetikkan perintah java HelloWorld pada prompt dan pesan Apa Kabar Dunia? akan tampil di layar (atau mungkin di tempat lain, bergantung sistem operasi Anda). Sedangkan untuk applet kita mesti membuat sebuah file HTML sebagai pembungkus—atau pemanggilnya. Berikut diberikan contoh file HTML untuk membungkus applet yang kita buat.

<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Coba Applet</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<APPLET CODE=”HelloWorldApplet.class” WIDTH=150 HEIGHT=25>
</APPLET>
</BODY>
</HTML>

Beri nama helloword.html dan simpanlah di direktori yang sama dengan lokasi file-file .java dan .class sebelumnya. Untuk mengeksekusi applet kita cukup membuka file HTML tersebut di browser yang Java-enabled atau mengetikkan perintah appletviewer namafile.html di prompt.