Home » Vsat » Qos (Quality Of Service)

Qos (Quality Of Service)

Recent Comments

Archives

Calendar

April 2013
M T W T F S S
    Feb »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Dalam system DMN (Direcway Multimedia Network) atau dengan nama produk VSAT IP sering ditemukan kesulitan dalam menentukan kemasan terutama yang berhubungan dengan QOS (Quality of Service) yang diberikan kepada pelannggan.Hal ini memang karena sifat dari system VSAT IP dalam pengaturan bandwith yang tidak berangkat dari bandwith guarantee yang diberikan kepada pelanggan, tetapi berdasarkan perhitungan traffic/traffic sizing yang kemudian baru ditentukan metoda akses yang sesuai untuk pelanggan tersebut.

Tetapi yang selalu menjadi pertanyaan berulang adalah :

– Berapakah maksimum speed yang dapat diberikan ke setiap remote ?

– Apakah dapat diberikan QOS (bandwith guarantee) tertentu ke pada setiap remote ?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut diatas, akan diuraikan dalam bab selanjutnya.

 

II. Teknologi

Dalam teknologi Shared Hub dengan topologi star seperti ISBN (VSAT NET) maupun DMN (VSAT IP), mempergunakan TDM pada outroute dan TDMA/FDMA pada inroute. Sehingga pada VSAT IP akan terdapat 1 outroute up to 24 Mbps dan beberapa inroute up to 256 kbps.

Dengan mempergunakan teknologi TDM/TDMA seperti ini, maka sebenarnya system tidak dirancang untuk memberikan guarantee bandwith tertentu untuk setiap user seperti pada SCPC (Clear Channel). Tujuan dari pemakaian teknologi ini adalah efisiensi perangkat dan bandwith sehingga harga jual dapat ditekan. Efisiensi ini dengan pertimbangan sebagai berikut :

a. Secara statistic dapat disimpulkan bahwa semua user/remote/PC tidak akan mengirim data pada saat yang bersamaan (walaupun ordenya adalah second atau millisecond)

b. Resource yang tidak dipakai oleh user/remote/PC tertentu dapat dialihkan atau dipergunakan oleh user yang lain pada waktu tertentu.

Di samping itu, karena konfigurasi VSAT IP yang asymmetric maka aplikasi yang sesuai adalah yang lebih banyak download (dari arah Hub ke remote) daripada aplikasi yang upload (dari arah remote ke Hub).VSAT IP akan kurang sesuai untuk aplikasi FTP dari remote ke Host dalam jumlah besar, E-mail dengan attachment file yang besar, Web Hosting dan Web server di remote dan juga Networking yang melibatkan jaringan dan server yang banyak.

III. Karakteristik traffic

Pada dasarnya traffic pelanggan dapat dikategorikan sebagai berikut :

a. Aplikasi interaktif/real time

Contoh aplikasi ini yang paling sering dijumpai pada pelanggan Lintasarta adalah : Banking application (teller), airline reservation, data entry (manufaktur, agen penjualan), customer service point (e.g GSM provider) dll. Dapat juga dikelompokkan dalam aplikasi ini adalah aplikasi ATM (Automated Teller Machine) dan POS (Point of Sales) termasuk Card Otorization.

Aplikasi ini ditandai dengan Data Base yang centralized, aplikasi adalah telnet/remote login ke Host, dapat juga berupa Web Based.

Yang menjadi concern dari pelanggan untuk aplikasi ini adalah response time, karena jumlah customer yang dapat dilayani untuk jangka waktu tertentu dipengaruhi oleh kecepatan operator dalam entry data . Sedangkan secara throughput aplikasi ini tidak membutuhkan throughput yang besar.

b. Aplikasi File Transfer (FTP)/Batch File

Pada aplikasi ini pelanggan akan download file dari Host ke remote, maupun upload file dari remote ke Host. Aplikasi ini biasanya berupa reporting, baik harian, mingguan maupun bulanan. Aplikasi dapat dikirimkan melalui aplikasi FTP, maupun dengan Attachment File pada aplikasi E-mail.

Secara umum pada aplikasi ini, concern dari pelanggan adalah throughput, dari aplikasi dan kurang memperhatikan response time karena user tidak secara interaktif dalam memanfaatkan system.

Untuk download hampir dikatakan tidak ada masalah karena lebar outroute yang cukup besar, masalah terjadi jika remote mengirimkan data yang cukup besar karena inroute adalah berupa TDMA burst dan mempunyai kecepatan yang terbatas sehingga untuk menangani data yang besar dan kontinyu (data stream) akan mengambil resource (bandwith dan time slot) yang cukup banyak.

c. Multiple Aplikasi

Dalam prakteknya, network pelanggan tidak hanya terdiri atas satu jenis aplikasi saja tetapi merupakan kombinasi dari berbagai macam aplikasi : interaktif, online, e-mail, internet, FTP dll dalam satu network.

Sehingga aplikasi jenis ini memerlukan response time yang cepat, sekaligus throughput yang tinggi.

Untuk mengatasi hal ini, kita tidak bisa memberikan pendekatan yang sama untuk semua aplikasi karena dengan bandwith yang terbatas dan pendekatan yang sama aplikasi yang satu dapat menganggu performance aplikasi yang lain.

IV. Jenis Metoda Akses

Metoda akses adalah teknik bagaimana remote station memanfaatkan inroute (dari arah remote ke Hub) dengan bandwith yang terbatas dalam mengirimkan data. Untuk transmisi data pada outroute tidak akan dibahas karena lebih sederhana dan bandwith yang tersedia cukup besar.

a. Aloha

Dalam metoda akses ini, jika remote mempunyai data maka akan segera dikirimkan dengan mempergunakan time slot secara random. Tidak ada proses request maupun assignment bandwith ke/dari Hub Station.

Jika transmsisi gagal atau terjadi collision, maka remote akan mengulang lagi pengiriman data tersebut. Proses ini akan diulang terus sampai berhasil.

Metoda akses ini mempunyai efisiensi bandwidth hanya sekitar 10%, sehingga, cocok untuk aplikasi dengan message size yang pendek ( 100 bytes) dan transaction rate yang kecil (0.1 transaction/sec).

Response time sekitar 700 msec, tetapi sangat variable tergantung dari utilisasi channel.

b. Transaction Reservation

Pada metoda ini, sebelum remote mengirimkan data akan request bandwidth dahulu ke Hub Station. Kemudian Hub Station akan memberikan alokasi time slot yang dapat dipergunakan oleh remote. Setelah remote mendapatkan alokasi bandwith, baru data dikirimkan disertai dengan request untuk pengiriman data berikutnya.

Metoda akses ini cocok untuk traffic dengan message size yang panjang dan dengan ukuran yang variable. Transaction Reservation sangat efisien dalam memanfaatkan bandwith.

Response time untuk aplikasi ini sekitar 1500 msec, karena diperlukan proses assignment bandwidth dari Hub Station. Tetapi response time ini relative konsisten dan dapat menangani Bath Application/File Transfer.

c. Stream

Pada metoda akses ini, remote mendapatkan alokasi time slot tertentu untuk pengiriman data dan tidak dapat dipakai untuk remote yang lain.

Metoda akses ini sesuai untuk aplikasi dengan message size yang variatif dan transaction rate yang tinggi .Response time untuk metoda akses ini adalah sekitar 900 msec

 

V. Contoh penggunaan Metoda Akses

Pada bab ini akan diberikan contoh penggunaan metoda akses STREAM dan FlexRoute STREAM to TRANSACTION, karena hanya metoda ini yang dapat memberikan guarantee bandwith tertentu yang kepada setiap remote. Pada contoh ini akan diberikan perhitungan untuk inroute 256 kbps, untuk inroute 128 kbps metoda yang digunakan sama hanya jumlah time slot yang tersedia lebih kecil

5.1 Inroute Format

Inroute tranmsit dalam bentuk Superframe berdurasi 360 msec.Masing-msing Superframe terdiri atas 8 Frame, masing-masing adalah sebesar 1440 bytes dengan durasi 45 msec. Jadi kapasitas dalam satu Superframe adalah sebesar (8 x 1440 bytes) dengan durasi 360 msec = (8 x 1440 bytes ) / (360 msec) = 256 Kbps

Overhead untuk setiap frame adalah sebesar 36 bytes sehingga setiap frame mempunyai efektif data sebesar (1440-36) bytes = 1404 bytes. Maka dalam satu superframe efektif bandwidth yang dapat dipakai adalah sebesar (1404 bytes x 8 ) / (360 msec) = 249 600 bps. Satuan terkecil yang dapat dialokasikan adalah sebesar 1 slot ( 9 bytes)

5.2 Perhitungan Fixed Bandwith

Contoh :

Pelanggan memerlukan troughput sebesar 9600 bps (9.6 Kbps) Maka dengan metoda akses stream perlu alokasi sebagai berikut :

– Alokasi time bytes/superframe (360 msec) adalah :

(9600 x 0.36 ) / 8 = 432 bytes/Superframe

= 432/ 9 = 48 slot

Sehingga dalam 1 frame dapat dipergunakan oleh :

156 / 48 = 3.25 ~ 3 remote dengan 9600 bps

Atau dalam 1 inroute 256 Kbps adalah sebanyak “ 3 x 8 = 24 remote masing-masing untuk 9600 bps.

 

5.3 Analisa

Tetapi apakah memang remote tersebut memerlukan alokasi time slot sebanyak itu ? Jawabannya adalah tidak..!

Karena perlu diingat bahwa tidak semua aplikasi memerlukan response time yang cepat , seperti E-mail, FTP dan aplikasi Back Office lainnya. Maka sebaiknya alokasi dedicated time slot/stream akses dialokasikan untuk aplikasi yang memang benar membutuhkan

Sekarang kita lihat typical traffic pada Branch Office suatu Bank dengan aplikasi Online Banking :

– Jumlah Teller/Terminal : 5

– Nasabah yang dilayani dalam 1 jam/teller :12 (asumsi1 nasabah 5 menit)

– Inbound Message Size : 300 bytes

– Jumlah Inbound Messsage/Transaksi : 10

 

Maka dapat dihitung sebagai berikut :

-Transaction Rate = (12x10x5) / (3600 msec) = 0.17 transaction/sec

– Througput = 300 bytes x 8 x 0.17 = 408 bps !!!

Terlihat bahwa kalau hanya dilihat dari segi throughput saja, aplikasi ini tidak memerlukan throughput yang tinggi, hanya memang aplikasi ini memerlukan response time yang cepat. Maka metoda akses yang sesuai adalah Aloha atau Stream.

Sedangkan untuk mengakomodasi traffic lain yang mungkin ada di Branch Office tersebut seperti E-mail atau Reporting, dapat digunakan Transaction Reservation, sehingga metoda akses yang digunakan adalah Stream-Transaction Reservation

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: